![]() |
|
Dibaca : 9893 x Artikel Rabu, 08 Januari 2025 Indonesia Gabung BRICS. Apa Untungnya?
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Ahmad Heryawan menyebut pengaruh Indonesia akan makin besar dengan bergabung sebagai anggota penuh kelompok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan). Indonesia bergabung dengan BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) dapat membawa sejumlah manfaat strategis, ekonomi, dan politik. Berikut adalah beberapa potensi keuntungan: BRICS mencakup beberapa negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Dengan bergabung, Indonesia bisa memperluas akses pasar ekspor ke negara-negara anggota, terutama untuk komoditas utama seperti minyak kelapa sawit, karet, batu bara, dan produk lainnya. Negara-negara anggota BRICS memiliki dana investasi besar dan potensi untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan di Indonesia. Bank Pembangunan BRICS (New Development Bank) juga dapat menjadi alternatif pendanaan selain lembaga keuangan tradisional seperti IMF atau Bank Dunia. Dengan bergabung, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada negara-negara Barat dan membangun hubungan yang lebih seimbang dengan negara-negara berkembang lainnya. Ini relevan untuk memperkuat daya tawar Indonesia di kancah internasional. Sebagai negara berkembang, Indonesia bisa memanfaatkan BRICS untuk mendorong agenda-agenda global Selatan, seperti keadilan ekonomi, reformasi sistem keuangan global, dan pengurangan ketimpangan global. BRICS sering kali dianggap sebagai "penyeimbang" dominasi negara-negara Barat dalam politik global. Dengan bergabung, Indonesia dapat memainkan peran lebih besar dalam isu-isu global dan memperkuat pengaruhnya di forum internasional. Negara-negara BRICS, khususnya Tiongkok dan India, dikenal sebagai pusat teknologi dan inovasi. Indonesia dapat memanfaatkan kerja sama dalam bidang teknologi untuk mempercepat transformasi digital dan pengembangan industri dalam negeri. Meski ada banyak potensi keuntungan, Indonesia juga perlu mewaspadai beberapa hal, seperti: ![]() Dosen STIE MULIA PRATAMA Arsip Artikel: Rabu, 15 Juli 2026 Ironi Digitalisasi Pajak: Ketika Sistem Baru Berjalan, Penerimaan Justru Menyusut Jumat, 08 Mei 2026 Danantara dan GoTo: Ketika Negara Masuk ke Pasar Kamis, 07 Mei 2026 Saat Pasar dan Publik Mulai Kehilangan Kepercayaan Rabu, 06 Mei 2026 Depresiasi Rupiah dan Stabilitas Makroekonomi: Antara Tekanan Global dan Kredibilitas Kebijakan Sabtu, 02 Mei 2026 Refleksi Hari Pendidikan Nasional dan Jalan Indonesia Keluar dari Middle-Income Trap Jumat, 01 Mei 2026 Refleksi Hari Buruh 2026 :Tantangan Ketenagakerjaan Indonesia ditengah Transformasi Ekonomi Global Jumat, 01 Mei 2026 Refleksi Hari Buruh 2026 :Tantangan Ketenagakerjaan aindonesia ditengah Transformasi Ekonomi Global Minggu, 26 April 2026 DPD RI dan Ancaman Sentralisasi Fiskal: Ketika Suara Daerah Kian Meredup Kamis, 23 April 2026 Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang? Senin, 20 April 2026 Menjaga Stabilitas atau Sekadar Menjaga Surplus? Refleksi Kritis Kinerja LPS 2025
|
|
popular pages | login | © September 2024 . All Rights Reserved. |