Dibaca : 9890 x
ArtikelJumat, 10 Januari 2025 Program Pemerintah 3 Juta Rumah Dimulai Januari 2025
 Program 3 Juta Rumah yang digagas oleh pemerintah Indonesia dijadwalkan untuk dimulai pada awal tahun 2025. Program ini bertujuan membangun tiga juta unit rumah per tahun, dengan rincian dua juta unit di pedesaan dan satu juta unit di perkotaan. Langkah awal pelaksanaan program ini telah dimulai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada November 2024. Program ini merupakan salah satu prioritas pemerintahan periode 2024�"2029. Indonesia.go.id
Program Pemerintah 3 Juta Rumah adalah salah satu inisiatif strategis yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan perumahan rakyat, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan rumah layak huni dengan target menyediakan tiga juta unit rumah dalam kurun waktu tertentu.Tujuan Program:- Mengurangi Defisit Rumah (Backlog): Mengatasi kekurangan rumah bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah dengan kebutuhan mendesak.
- Peningkatan Akses Perumahan: Memastikan masyarakat, khususnya MBR, memiliki akses terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan aman.
- Mendorong Pertumbuhan Ekonomi: Menggerakkan sektor properti dan konstruksi yang memiliki efek domino terhadap sektor lainnya.
Strategi Pelaksanaan:- Pembangunan Rumah Subsidi: Rumah dengan harga terjangkau untuk MBR melalui dukungan pembiayaan seperti fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
- Kolaborasi dengan Swasta: Melibatkan pengembang perumahan dan sektor swasta untuk mempercepat realisasi pembangunan.
- Program Peremajaan Kawasan: Peningkatan kualitas hunian di kawasan kumuh dan pengembangan kawasan permukiman baru.
- Pendanaan Multisumber: Pendanaan berasal dari pemerintah pusat, daerah, BUMN, serta swasta.
Sasaran Utama:- Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
- Pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan Polri.
- Kalangan pekerja informal dengan penghasilan tetap.
Tantangan yang Dihadapi:- Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan.
- Tingginya biaya pembangunan infrastruktur pendukung.
- Koordinasi lintas instansi dan daerah.
- Permasalahan dalam pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap.
Program ini merupakan salah satu upaya nyata pemerintah dalam memastikan setiap warga negara memiliki hak atas tempat tinggal yang layak sesuai amanat UUD 1945.
Program Pemerintah 3 Juta Rumah telah diliput oleh berbagai media nasional. Berikut beberapa sumber berita yang membahas program tersebut:Tempo.co: Artikel berjudul "Ini Alasan Pemerintah Prioritaskan Program 3 Juta Rumah di Pedesaan" membahas fokus pemerintah dalam pembangunan perumahan di daerah pedesaan. Liputan6.com: Artikel "Mau Ikut Program 3 Juta Rumah Rakyat Prabowo? Segini Gaji Maksimal yang Harus Kamu Miliki" memberikan informasi mengenai batasan pendapatan bagi masyarakat yang ingin mengikuti program ini. Kompas.id: Artikel "Bagaimana Strategi Pembiayaan Program 3 Juta Rumah?" membahas rencana pembiayaan untuk merealisasikan program ini. Bisnis.com: Artikel "Program 3 Juta Rumah, Menteri Perumahan Minta Anggaran Rp53,6 Triliun" mengulas kebutuhan anggaran yang diajukan oleh Kementerian Perumahan untuk program ini. Kontan.co.id: Artikel "Satgas Perumahan: Cicilan Program 3 Juta Rumah Rp 600 Ribu per Bulan" memberikan informasi mengenai estimasi cicilan perumahan dalam program ini. Antara News: Artikel "Perlu Terobosan Wujudkan Program 3 Juta Rumah per Tahun" membahas tantangan dan inovasi yang diperlukan untuk mencapai target program.
 Dr. Rachmat, SE, MSE
Dosen STIE MULIA PRATAMA Arsip Artikel: Rabu, 15 Juli 2026 Ironi Digitalisasi Pajak: Ketika Sistem Baru Berjalan, Penerimaan Justru MenyusutJumat, 08 Mei 2026 Danantara dan GoTo: Ketika Negara Masuk ke PasarKamis, 07 Mei 2026 Saat Pasar dan Publik Mulai Kehilangan KepercayaanRabu, 06 Mei 2026 Depresiasi Rupiah dan Stabilitas Makroekonomi: Antara Tekanan Global dan Kredibilitas KebijakanSabtu, 02 Mei 2026 Refleksi Hari Pendidikan Nasional dan Jalan Indonesia Keluar dari Middle-Income TrapJumat, 01 Mei 2026 Refleksi Hari Buruh 2026 :Tantangan Ketenagakerjaan Indonesia ditengah Transformasi Ekonomi GlobalJumat, 01 Mei 2026 Refleksi Hari Buruh 2026 :Tantangan Ketenagakerjaan aindonesia ditengah Transformasi Ekonomi GlobalMinggu, 26 April 2026 DPD RI dan Ancaman Sentralisasi Fiskal: Ketika Suara Daerah Kian MeredupKamis, 23 April 2026 Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?Senin, 20 April 2026 Menjaga Stabilitas atau Sekadar Menjaga Surplus? Refleksi Kritis Kinerja LPS 2025Arsip Artikel..
|