Dibaca : 9896 x

Artikel
Rabu, 19 Februari 2025
Pembangunan Gedung DPR di IKN

Pembangunan Gedung DPR di IKN
Jakarta - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menetapkan rencana pembangunan Gedung DPR di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bagian dari upaya mewujudkan IKN sebagai pusat pemerintahan yang menyeluruh. Pembangunan ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2025 dan menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan infrastruktur pemerintahan di ibu kota baru.

Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung ini bertujuan untuk memastikan kelancaran fungsi legislatif di IKN, sejalan dengan perpindahan pusat pemerintahan dari Jakarta. "Pembangunan Gedung DPR di IKN merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pemerintahan yang terintegrasi, sehingga seluruh lembaga negara dapat beroperasi di satu kawasan," ujar Bambang dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Selain memastikan kelengkapan infrastruktur pemerintahan, pembangunan ini juga dirancang dengan konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa desain gedung akan mengadopsi prinsip bangunan hijau yang mendukung efisiensi energi dan keberlanjutan. "Kami berkomitmen untuk membangun gedung yang tidak hanya megah, tetapi juga mendukung lingkungan dan efisiensi dalam operasionalnya," kata Basuki.

Dalam perencanaannya, gedung ini akan memiliki fasilitas lengkap yang mencakup ruang sidang utama, kantor fraksi, serta ruang kerja anggota DPR dan staf pendukung. Lokasinya telah ditentukan di kawasan inti pemerintahan IKN agar memudahkan koordinasi antar lembaga negara.

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyambut baik rencana ini dan berharap pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal tanpa kendala yang berarti. "Kami mendukung penuh pembangunan Gedung DPR di IKN karena ini adalah bagian dari proses transisi yang sudah direncanakan sejak awal. Kami berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu sehingga DPR dapat segera berfungsi di ibu kota baru," ujar Puan.

Proyek pembangunan Gedung DPR di IKN juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan pemerhati tata kota. Mereka menilai langkah ini sebagai bagian penting dalam mewujudkan visi pemerintahan yang lebih terdesentralisasi dan efektif.

Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan IKN dapat segera berfungsi sebagai pusat pemerintahan yang menyeluruh dan mendukung keberlanjutan pembangunan nasional dalam jangka panjang.



Dr. Rachmat, SE, MSE
Dosen STIE MULIA PRATAMA

Arsip Artikel:

Rabu, 15 Juli 2026
Ironi Digitalisasi Pajak: Ketika Sistem Baru Berjalan, Penerimaan Justru Menyusut

Jumat, 08 Mei 2026
Danantara dan GoTo: Ketika Negara Masuk ke Pasar

Kamis, 07 Mei 2026
Saat Pasar dan Publik Mulai Kehilangan Kepercayaan

Rabu, 06 Mei 2026
Depresiasi Rupiah dan Stabilitas Makroekonomi: Antara Tekanan Global dan Kredibilitas Kebijakan

Sabtu, 02 Mei 2026
Refleksi Hari Pendidikan Nasional dan Jalan Indonesia Keluar dari Middle-Income Trap

Jumat, 01 Mei 2026
Refleksi Hari Buruh 2026 :Tantangan Ketenagakerjaan Indonesia ditengah Transformasi Ekonomi Global

Jumat, 01 Mei 2026
Refleksi Hari Buruh 2026 :Tantangan Ketenagakerjaan aindonesia ditengah Transformasi Ekonomi Global

Minggu, 26 April 2026
DPD RI dan Ancaman Sentralisasi Fiskal: Ketika Suara Daerah Kian Meredup

Kamis, 23 April 2026
Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?

Senin, 20 April 2026
Menjaga Stabilitas atau Sekadar Menjaga Surplus? Refleksi Kritis Kinerja LPS 2025

Arsip Artikel..


Mengenai Saya:

Dr. Rakhmat, SE, MSE

Saya adalah dosen di Kampus STIE MULIA PRATAMA dan juga sebagai tenaga ahli di DPR RI Komisi XI

Artikel Popular:


RUU Migas masih belum dibahas DPR
Proyeksi Nilai Tukar 2025: Antara Defisit Transaksi Berjalan dan Ketidakpastian Global
Menjaga Independensi Bank Indonesia dari Tarikan Politik
Syarat Untuk Menjadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi QS WUR
Menggagas Ide Soehartonomics untuk Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Resiko Burden Sharing bagi Bank Indonesia: Sebuah Tinjauan
Kasus Dana CSR BI. Apa yang sebenarnya terjadi?