Dibaca : 9891 x

Artikel
Senin, 16 Desember 2024
Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD

Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD

Efisiensi anggaran yang dihasilkan dari usulan pemilihan kepala daerah oleh DPRD dibandingkan dengan pilkada langsung belum memiliki angka pasti secara nasional, karena penghematan ini sangat bergantung pada berbagai faktor seperti jumlah daerah yang melaksanakan pemilihan, skala logistik, dan biaya kampanye. Namun, beberapa estimasi dari penelitian dan diskusi kebijakan sebelumnya dapat memberikan gambaran.

Perbandingan Potensi Penghematan

  1. Biaya Pilkada Langsung:

    • Dalam pilkada langsung, anggaran yang dikeluarkan mencakup logistik pemilu (kotak suara, TPS, pengadaan alat tulis), honorarium penyelenggara, kampanye, dan keamanan. Untuk pilkada serentak 2020, misalnya, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp20,5 triliun untuk seluruh prosesnya.
  2. Pemilihan oleh DPRD:

    • Pemilihan oleh DPRD hanya memerlukan sidang paripurna untuk memilih kepala daerah. Biaya yang dikeluarkan terutama untuk administrasi dan operasional DPRD, yang jauh lebih kecil dibandingkan biaya logistik pilkada langsung.
  3. Estimasi Penghematan:

    • Menurut beberapa kajian, penghematan bisa mencapai sekitar 60-70% dari total anggaran pilkada langsung, karena sebagian besar biaya (logistik, pengamanan, honorarium, dll.) dapat dihilangkan.
    • Jika mengacu pada anggaran pilkada serentak 2020 (Rp20,5 triliun), maka potensi penghematan secara nasional bisa mencapai Rp12-14 triliun.

Catatan Penting:

  • Biaya Sosial: Meski hemat dari sisi anggaran, perlu mempertimbangkan biaya sosial dan politik seperti potensi korupsi, pengurangan partisipasi publik, dan dampaknya terhadap kualitas demokrasi.
  • Efisiensi Berbeda di Tiap Daerah: Daerah dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang besar cenderung memiliki biaya pilkada lebih tinggi, sehingga penghematan juga lebih signifikan di daerah tersebut.



Dr. Rachmat, SE, MSE
Dosen STIE MULIA PRATAMA

Arsip Artikel:

Rabu, 15 Juli 2026
Ironi Digitalisasi Pajak: Ketika Sistem Baru Berjalan, Penerimaan Justru Menyusut

Jumat, 08 Mei 2026
Danantara dan GoTo: Ketika Negara Masuk ke Pasar

Kamis, 07 Mei 2026
Saat Pasar dan Publik Mulai Kehilangan Kepercayaan

Rabu, 06 Mei 2026
Depresiasi Rupiah dan Stabilitas Makroekonomi: Antara Tekanan Global dan Kredibilitas Kebijakan

Sabtu, 02 Mei 2026
Refleksi Hari Pendidikan Nasional dan Jalan Indonesia Keluar dari Middle-Income Trap

Jumat, 01 Mei 2026
Refleksi Hari Buruh 2026 :Tantangan Ketenagakerjaan Indonesia ditengah Transformasi Ekonomi Global

Jumat, 01 Mei 2026
Refleksi Hari Buruh 2026 :Tantangan Ketenagakerjaan aindonesia ditengah Transformasi Ekonomi Global

Minggu, 26 April 2026
DPD RI dan Ancaman Sentralisasi Fiskal: Ketika Suara Daerah Kian Meredup

Kamis, 23 April 2026
Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?

Senin, 20 April 2026
Menjaga Stabilitas atau Sekadar Menjaga Surplus? Refleksi Kritis Kinerja LPS 2025

Arsip Artikel..


Mengenai Saya:

Dr. Rakhmat, SE, MSE

Saya adalah dosen di Kampus STIE MULIA PRATAMA dan juga sebagai tenaga ahli di DPR RI Komisi XI

Artikel Popular:


RUU Migas masih belum dibahas DPR
Proyeksi Nilai Tukar 2025: Antara Defisit Transaksi Berjalan dan Ketidakpastian Global
Menjaga Independensi Bank Indonesia dari Tarikan Politik
Syarat Untuk Menjadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi QS WUR
Menggagas Ide Soehartonomics untuk Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Resiko Burden Sharing bagi Bank Indonesia: Sebuah Tinjauan
Kasus Dana CSR BI. Apa yang sebenarnya terjadi?