Dibaca : 9871 x

Artikel
Kamis, 09 Januari 2025
Temuan Terbaru BMKG yang membuat Merinding

Temuan Terbaru BMKG yang membuat Merinding

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) telah mengungkap beberapa temuan terbaru yang mengkhawatirkan dan memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Peringatan La Niña Lemah hingga April 2025

BMKG memperingatkan bahwa fenomena La Niña Lemah diperkirakan berlangsung hingga April 2025, yang dapat meningkatkan curah hujan sebesar 20-40%. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

2. Potensi Gempa Besar di Jakarta

BMKG mengungkap bahwa Jakarta memiliki potensi gempa besar akibat aktivitas Sesar Baribis yang membentang dari Jakarta hingga Jawa Barat. Sesar ini diketahui aktif, sehingga meningkatkan risiko terjadinya gempa signifikan di wilayah ibu kota dan sekitarnya.

3. Penemuan Sesar Aktif Baru di Sumedang

Gempa yang mengguncang Sumedang baru-baru ini dipicu oleh sesar aktif yang sebelumnya belum terpetakan. BMKG mengkategorikan gempa tersebut sebagai gempa bumi dangkal. Penemuan ini menekankan pentingnya pemetaan sesar aktif untuk mitigasi bencana di masa depan.

4. Peningkatan Aktivitas Gunung Merapi

Pemantauan terbaru terhadap Gunung Merapi menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. BMKG dan BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) melakukan observasi menggunakan helikopter untuk memantau kondisi alur-alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi, guna mengantisipasi potensi bahaya lahar dan erupsi.

Temuan-temuan di atas menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana alam. BMKG terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terkini untuk memastikan keselamatan bersama.



Dr. Rachmat, SE, MSE
Dosen STIE MULIA PRATAMA

Arsip Artikel:

Rabu, 15 Juli 2026
Ironi Digitalisasi Pajak: Ketika Sistem Baru Berjalan, Penerimaan Justru Menyusut

Jumat, 08 Mei 2026
Danantara dan GoTo: Ketika Negara Masuk ke Pasar

Kamis, 07 Mei 2026
Saat Pasar dan Publik Mulai Kehilangan Kepercayaan

Rabu, 06 Mei 2026
Depresiasi Rupiah dan Stabilitas Makroekonomi: Antara Tekanan Global dan Kredibilitas Kebijakan

Sabtu, 02 Mei 2026
Refleksi Hari Pendidikan Nasional dan Jalan Indonesia Keluar dari Middle-Income Trap

Jumat, 01 Mei 2026
Refleksi Hari Buruh 2026 :Tantangan Ketenagakerjaan Indonesia ditengah Transformasi Ekonomi Global

Jumat, 01 Mei 2026
Refleksi Hari Buruh 2026 :Tantangan Ketenagakerjaan aindonesia ditengah Transformasi Ekonomi Global

Minggu, 26 April 2026
DPD RI dan Ancaman Sentralisasi Fiskal: Ketika Suara Daerah Kian Meredup

Kamis, 23 April 2026
Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?

Senin, 20 April 2026
Menjaga Stabilitas atau Sekadar Menjaga Surplus? Refleksi Kritis Kinerja LPS 2025

Arsip Artikel..


Mengenai Saya:

Dr. Rakhmat, SE, MSE

Saya adalah dosen di Kampus STIE MULIA PRATAMA dan juga sebagai tenaga ahli di DPR RI Komisi XI

Artikel Popular:


RUU Migas masih belum dibahas DPR
Proyeksi Nilai Tukar 2025: Antara Defisit Transaksi Berjalan dan Ketidakpastian Global
Menjaga Independensi Bank Indonesia dari Tarikan Politik
Syarat Untuk Menjadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi QS WUR
Menggagas Ide Soehartonomics untuk Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Resiko Burden Sharing bagi Bank Indonesia: Sebuah Tinjauan
Kasus Dana CSR BI. Apa yang sebenarnya terjadi?