Dr. Rakhmat, SE, MSE
Saya adalah dosen di Kampus STIE MULIA PRATAMA dan juga sebagai tenaga ahli di DPR RI Komisi XI.
BUKU:
Blogroll Website Dosen STIE Mulia Pratama: murdansianturi.com
| |
Artikel Rabu, 15 Juli 2026 Ironi Digitalisasi Pajak: Ketika Sistem Baru Berjalan, Penerimaan Justru MenyusutAda ironi dalam reformasi perpajakan kita. Tahun 2025, pemerintah mulai menjalankan Coretax, sistem baru yang diharapkan menjadi fondasi administrasi perpajakan yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis data. Namun, pada tahun yang sama, penerimaan pajak dalam negeri justru terkontraksi 0,85 persen.
Apakah ini berarti Coretax gagal? Tentu terlalu dini untuk sampai pada kesimpulan itu.
Penerimaan pajak dipengaruhi banyak hal. Pertumbuhan e ..baca selengkapnya
| Artikel Jumat, 08 Mei 2026 Danantara dan GoTo: Ketika Negara Masuk ke PasarKeputusan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membeli saham GoTo
pada dasarnya bukan sekadar transaksi pasar modal biasa. Pemerintah membingkainya sebagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan sosial jutaan pengemudi ojek online (ojol), mulai dari akses BPJS hingga peningkatan kesejahteraan pekerja di sektor gig economy.
Narasi ini terdengar meyakinkan. Negara hadir membantu kelompok pekerja yang selama ini ..baca selengkapnya
| Artikel Kamis, 07 Mei 2026 Saat Pasar dan Publik Mulai Kehilangan KepercayaanKemenangan telak pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 memberi pemerintah modal politik yang sangat kuat. Dukungan mayoritas rakyat ditambah koalisi parlemen yang super mayoritas seharusnya menjadi fondasi ideal bagi pemerintahan yang stabil, efektif, dan mampu menjalankan agenda pembangunan jangka panjang.
Dalam teori ekonomi politik, stabilitas politik merupakan aset berharga bagi pertumbuhan ekonomi. Peme ..baca selengkapnya
| Artikel Rabu, 06 Mei 2026 Depresiasi Rupiah dan Stabilitas Makroekonomi: Antara Tekanan Global dan Kredibilitas KebijakanPelemahan rupiah hingga menembus level Rp17.000 per dolar AS pada awal Mei 2026 kembali menguji cara kita membaca ekonomi. Apakah ini tanda rapuhnya fundamental, atau sekadar konsekuensi dari perubahan lanskap global?
Dalam ekonomi terbuka, pertanyaan seperti ini tidak pernah sederhana. Nilai tukar bukan hanya ditentukan oleh apa yang terjadi di dalam negeri, tetapi juga oleh bagaimana dunia memandang kita. Karena itu, memahami depresiasi rupi ..baca selengkapnya
| Artikel Sabtu, 02 Mei 2026 Refleksi Hari Pendidikan Nasional dan Jalan Indonesia Keluar dari Middle-Income TrapHari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan untuk mengenang Ki Hajar Dewantara. Momentum ini semestinya menjadi ruang refleksi yang jujur: ke mana arah pendidikan Indonesia dibawa, dan apakah sistem pendidikan kita benar-benar mampu menyiapkan bangsa ini keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap) menuju Indonesia Emas 2045.
Pertanyaan itu menjadi semakin relevan ketika pe ..baca selengkapnya
| Artikel Jumat, 01 Mei 2026 Refleksi Hari Buruh 2026 :Tantangan Ketenagakerjaan aindonesia ditengah Transformasi Ekonomi Global
Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional sebagai penanda sejarah panjang perjuangan pekerja dalam memperoleh hak-hak dasar yang layak. Momentum ini lahir dari perjuangan buruh di Chicago pada tahun 1886 yang menuntut pembatasan jam kerja delapan jam sehari—sebuah tuntutan yang hari ini terasa sederhana, tetapi pada masanya merupakan simbol perlawanan terhadap eksploitasi tenaga kerja yang berlebihan.
Di Indo ..baca selengkapnya
| Artikel Jumat, 01 Mei 2026 Refleksi Hari Buruh 2026 :Tantangan Ketenagakerjaan Indonesia ditengah Transformasi Ekonomi Global
Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional sebagai penanda sejarah panjang perjuangan pekerja dalam memperoleh hak-hak dasar yang layak. Momentum ini lahir dari perjuangan buruh di Chicago pada tahun 1886 yang menuntut pembatasan jam kerja delapan jam sehari—sebuah tuntutan yang hari ini terasa sederhana, tetapi pada masanya merupakan simbol perlawanan terhadap eksploitasi tenaga kerja yang berlebihan.
Di Indo ..baca selengkapnya
| Artikel Minggu, 26 April 2026 DPD RI dan Ancaman Sentralisasi Fiskal: Ketika Suara Daerah Kian MeredupPerekonomian Indonesia memasuki 2026 dalam situasi yang penuh tekanan. Ketidakpastian geopolitik global mendorong kenaikan harga minyak dunia dan memperbesar risiko inflasi impor. Di saat yang sama, perlambatan perdagangan internasional mulai menekan penerimaan negara, terutama dari sektor komoditas. Kondisi ini menciptakan dilema klasik bagi pemerintah: menjaga stabilitas fiskal tanpa mematikan momentum pertumbuhan ekonomi.
Dalam konteks itu, ..baca selengkapnya
| Artikel Kamis, 23 April 2026 Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?Ada ironi yang sulit diabaikan ketika membaca Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2025 yang disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada DPR pada 21 April 2026. BPK mencatat potensi penyelamatan keuangan negara sebesar Rp42,87 triliun, namun di sisi lain menemukan kerugian negara Rp6,8 triliun pada periode yang sama.
Angka-angka itu sekilas tampak impresif. Ia memberi kesan bahwa sistem pengawasan negara bekerja. Namun jus ..baca selengkapnya
| Artikel Senin, 20 April 2026 Menjaga Stabilitas atau Sekadar Menjaga Surplus? Refleksi Kritis Kinerja LPS 2025Dalam banyak kasus, krisis keuangan tidak datang secara tiba-tiba. Ia tumbuh perlahan, tersembunyi di balik angka-angka yang tampak baik-baik saja. Laporan keuangan terlihat sehat, indikator kinerja melampaui target, dan optimisme di ruang-ruang kebijakan. Namun justru pada fase inilah kewaspadaan seharusnya ditingkatkan—tidak dilonggarkan.
Di sini kita perlu membaca kinerja Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tahun 2025 secara lebih jernih ..baca selengkapnya
|
|